Surabaya, - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Sri Samto (57), Anak Buah Kapal (ABK) LCT Kinta Perjaya yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan timur Jembatan Suramadu. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (11/5/2026) siang setelah dua hari dilakukan pencarian intensif di kawasan alur pelayaran timur Surabaya.
Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 14.13 WIB oleh tim Ditpolairud Polda Jawa Timur di perairan yang berjarak sekitar 5,89 mil laut dari lokasi awal korban diduga terjatuh dari kapal.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H. mengatakan, korban langsung dievakuasi ke darat setelah ditemukan mengapung di laut.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya segera dievakuasi menuju darat untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Nanang.

Setelah proses evakuasi selesai, jenazah Sri Samto dibawa ke RSUD Bangkalan guna dilakukan penanganan oleh petugas berwenang.
Dalam operasi pencarian ini, Basarnas Surabaya mengerahkan sejumlah personel rescue lengkap dengan armada KN SAR serta Rigid Inflatable Boat (RIB). Pada hari pertama, pencarian difokuskan di sekitar lokasi korban diduga jatuh ke laut.
Memasuki hari kedua, area pencarian diperluas menggunakan KN SAR 406 Srikandi untuk mempercepat penyisiran di perairan sekitar Suramadu.
“Pada hari kedua operasi SAR, pencarian diperluas agar jangkauan penyisiran lebih optimal,” kata Nanang.
Selain Basarnas, operasi SAR turut melibatkan Ditpolairud Polda Jatim, KPLP Tanjung Perak, VTS, SROP Surabaya hingga nelayan setempat. Cuaca selama proses pencarian dilaporkan cukup mendukung dengan kondisi laut relatif tenang dan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1,5 meter.
Komandan Tim Rescue Kantor SAR Surabaya, Gani Wiratama menjelaskan, tim juga menyebarkan informasi kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi pencarian agar membantu pemantauan di laut.
Insiden ini bermula saat kapal LCT Kinta Perjaya berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju Pelabuhan Wanam, Merauke, Minggu (10/5/2026). Saat kapal melintas di kawasan timur Jembatan Suramadu, korban yang bertugas sebagai Mualim I diketahui sudah tidak berada di atas kapal.
Nahkoda kapal sempat melakukan pencarian mandiri dengan memutar arah kapal sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait. (alr)
Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 14.13 WIB oleh tim Ditpolairud Polda Jawa Timur di perairan yang berjarak sekitar 5,89 mil laut dari lokasi awal korban diduga terjatuh dari kapal. 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!