Akses Semarang–Purwodadi Rusak  Akibat Banjir, Polisi Terapkan Rekayasa Lalu LintasKondisi jalan Semarang–Purwodadi di Desa Tinanding, Grobogan terputus akibat banjir setelah tanggul jebol.(Ilustrasi)

Akses Semarang–Purwodadi Rusak Akibat Banjir, Polisi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

Grobongan – Jalur utama Semarang–Purwodadi tepatnya di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, terputus total akibat tanggul jebol yang merusak badan jalan. Kerusakan sepanjang kurang lebih 18 meter membuat aspal dan beton hancur sehingga tidak aman dilalui kendaraan.

Kasat Lantas Polres Grobogan, AKP Kumala Enggar Anjarani, menjelaskan bahwa lokasi tersebut saat ini sama sekali tidak bisa dilewati pengendara.

“Untuk saat ini jalur Semarang–Purwodadi di titik Desa Tinanding mengalami kerusakan sepanjang 18 meter sehingga mengakibatkan jalur putus total dan tidak bisa dilalui,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).

Jalur Alternatif Kendaraan Pribadi

Guna menjaga mobilitas warga, Satlantas Polres Grobogan melakukan rekayasa arus lalu lintas. Pengendara mobil pribadi yang hendak menuju Semarang diarahkan melintas melalui rute Penawangan – Wolo – Truko – Genggang Tani – Kemiri – Gubug, dan berlaku juga untuk arah sebaliknya.

Polisi mengimbau masyarakat mengikuti petunjuk di lapangan demi menghindari kemacetan dan risiko kecelakaan.

Kendaraan Berat Dialihkan

Sementara itu, kendaraan besar dengan sumbu III ke atas tidak diperbolehkan melintas di jalur terdampak. Petugas meminta sopir untuk putar balik dan menggunakan rute Demak – Dempet – Godong.

“Khusus kendaraan berat dari arah Semarang menuju Purwodadi maupun sebaliknya, dialihkan melalui jalur Demak – Dempet – Godong. Hal ini untuk menghindari kemacetan di jalur pemukiman dan memastikan beban jalan tetap aman,” kata Kumala.

Polisi Minta Pengendara Tetap Sabar

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Artanto, menyampaikan bahwa personel kepolisian telah disiagakan di sejumlah titik rawan untuk membantu mengatur arus kendaraan. Ia meminta masyarakat tetap tenang selama proses pengalihan lalu lintas berlangsung.

“Kami menghimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap sabar dalam mengantre dan mengikuti instruksi petugas di lapangan,” tegasnya.

Hingga kini, petugas bersama dinas terkait masih membersihkan lumpur di sekitar lokasi banjir. Polisi juga mengingatkan pengendara memastikan kondisi kendaraan dan fisik tetap prima sebelum melintasi jalur alternatif, mengingat volume kendaraan diperkirakan meningkat akibat penutupan akses utama tersebut. (ord)