Cilacap – Upaya pencarian korban longsor di Desa Cipendeuy, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, semakin diperkuat dengan pengerahan tim anjing pelacak (K9). Kehadiran K9 dinilai sangat membantu proses pencarian yang berlangsung di tengah medan berat dan material longsor yang masih labil.
Sejak Sabtu (15/11/2025), tim SAR gabungan mengandalkan anjing pelacak untuk menyisir titik-titik yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya warga. Banyak area yang tidak bisa dijangkau alat berat, sehingga pencarian mengandalkan kemampuan K9 dalam mendeteksi aroma dari bawah timbunan tanah.
Petugas di lapangan menjelaskan bahwa anjing pelacak mampu membaca pergerakan udara dan bau di sekitar lokasi, membuat penentuan titik penggalian menjadi lebih cepat dan terarah.
Sementara, Kapolres Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, mengatakan bahwa Polri menurunkan 205 personel untuk membantu pencarian pada hari kedua operasi SAR.
“Sebanyak 205 personel kami kerahkan, termasuk tim K9 gabungan,” ujar Budi.
Total 10 anjing pelacak ikut diterjunkan dari Ditsamapta Polda Jawa Tengah serta berbagai polres, seperti Cilacap, Banyumas, Temanggung, dan Tegal. Semuanya ditempatkan di sektor-sektor yang dinilai memiliki potensi korban tertimbun"tutupnya
Hingga hari ini, tim SAR masih berupaya menemukan puluhan warga yang dilaporkan hilang dari dua dusun terdampak, yaitu Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut. Sebagian rumah warga tertimbun material hingga kedalaman beberapa meter.
Medan yang licin, tebal, dan berpotensi longsor susulan membuat proses pencarian harus dilakukan ekstra hati-hati. Koordinasi antara tim SAR, personel Polri, dan unit K9 menjadi kunci untuk mempercepat penemuan korban. (orde)
Anjing Pelacak Optimalkan Pencarian Korban Longsor di Cilacap 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!