Jakarta — Banjir merendam permukiman warga di Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026). Genangan air di sejumlah titik dilaporkan mencapai ketinggian hingga 2,6 meter dan memaksa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan banjir melanda kawasan RT 005, RT 016, dan RT 017 RW 008. Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Aji, mengatakan kondisi banjir mulai berangsur surut pada Jumat pagi.
“Saat ini tinggi muka air sekitar 260 sentimeter atau 2,6 meter,” ujar Isnawa dalam keterangannya.
Sementara itu, petugas BPBD di lokasi, Taufik, menyampaikan bahwa ketinggian air sempat mencapai puncaknya pada Jumat dini hari. Saat itu, banjir dilaporkan mencapai sekitar 3,2 meter.
“Ketinggian air paling tinggi terjadi sekitar pukul 02.00 WIB,” kata Taufik.
Tingginya genangan membuat sejumlah warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Dengan membawa barang seadanya seperti selimut dan perlengkapan pribadi, warga bertahan di teras toko di sepanjang Jalan Masjid Al-Makmur.
Salah satu warga yang mengungsi, Ana (55), mengaku sudah berada di lokasi pengungsian sejak sehari sebelumnya. Ia mengungsi bersama anak dan cucunya yang masih berusia dua minggu setelah mendapat izin dari pemilik warung.
“Kami mengungsi di sini sejak kemarin. Sudah izin sama yang punya warung,” ujar Ana.
Hingga Jumat siang, Ana dan keluarganya masih bertahan di tempat pengungsian sambil menunggu air benar-benar surut. Ia menyebutkan tidak tersedia tempat pengungsian resmi, sehingga warga memanfaatkan lokasi terdekat yang dianggap aman.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah ruas jalan yang mulai bebas dari genangan dipenuhi lumpur sisa banjir. Sampah terlihat menumpuk di berbagai sudut permukiman dan menutupi saluran air, bahkan sebagian tersangkut di kabel yang menggantung.
Warga yang rumahnya mulai terbebas dari genangan langsung membersihkan sisa lumpur dan air yang masuk ke dalam rumah agar kondisi kembali normal. (ref)
Tingginya genangan membuat sejumlah warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih tinggi (Foto Ilustrasi) 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!