Deden Maulana Pegawai KKP Teridentifikasi sebagai Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Jatuh di PangkepJenazah dengan nomor PM 62.B.02 dicocokkan dengan data antemortem AM 006 dan teridentifikasi sebagai Deden Maulana. (Foto ilustrasi)

Deden Maulana Pegawai KKP Teridentifikasi sebagai Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Pangkep

Makassar – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan memastikan identitas korban kedua dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Korban diketahui bernama Deden Maulana (43), pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kepastian tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, usai proses identifikasi di Bidokkes Polda Sulsel, Rabu (22/1/2026).

“Jenazah kedua sudah dapat diidentifikasi atas nama Deden Maulana. Korban merupakan pegawai KKP dan telah diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Haris menjelaskan, jenazah diterima tim DVI pada Rabu (21/1/2026) dan langsung menjalani proses identifikasi menyeluruh.

Pemeriksaan dilakukan oleh tim gabungan DVI Dokkes Polda Sulsel, Pusdokkes Polri, Inafis, Pusinafis, serta Departemen Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

“Jenazah dengan nomor PM 62.B.02 dicocokkan dengan data antemortem AM 006 dan teridentifikasi sebagai Deden Maulana, laki-laki usia 43 tahun,” kata Haris.
Identifikasi dilakukan melalui metode sidik jari, properti pribadi, serta ciri medis.

Pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan Indonesia Air Transport diketahui jatuh saat penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat membawa 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang, sebelum hilang kontak dan menabrak lereng Gunung Bulusaraung.

Hingga saat ini, tiga korban telah ditemukan, dua di antaranya telah berhasil diidentifikasi. Sebelumnya, tim DVI mengidentifikasi korban pertama atas nama Florencia Lolita Wibisono (33), seorang pramugari. Satu jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI gabungan. (bank)