Lumajang -Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Lumajang dan Malang menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, tercatat sebanyak 16 kali gempa letusan terjadi sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.
Petugas Pos Pengamatan, Mukdas Sofian, menyebutkan bahwa gempa letusan memiliki amplitudo antara 10 hingga 22 mm dengan durasi 92 hingga 164 detik.
“Sebanyak 16 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-22 mm dan lama gempa 92-164 detik,” ujarnya dalam laporan tertulis.
Selain itu, erupsi juga terjadi sekitar pukul 05.00 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai kurang lebih 700 meter di atas puncak atau sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya.
“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 164 detik,” tambahnya.
Tak hanya gempa letusan, aktivitas kegempaan lain juga terpantau, yakni satu kali gempa vulkanik dangkal, satu kali gempa vulkanik dalam, serta satu gempa tektonik jauh.
Secara visual, kondisi Gunung Semeru terpantau jelas hingga tertutup kabut. Cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah hingga berawan dengan angin lemah ke arah barat laut.
Saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
Di luar radius tersebut, warga juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari pusat erupsi.
“Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” tegas Mukdas.
Selain itu, warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta banjir lahar yang dapat terjadi di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak Semeru, termasuk Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. (alr)
Warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta banjir lahar yang dapat terjadi di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak Semeru. (Foto ilustrasi) 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!