Jakarta — Proses pemakaman pelatih tim sepak bola wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras, bersama putrinya yang berusia 12 tahun telah dilakukan melalui kremasi di Bali. Abu jenazah ayah dan anak tersebut rencananya akan dibawa kembali ke negara asal mereka, Spanyol.
Ketua DPC Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, Budi Widjaja, mengatakan kremasi dilakukan karena kondisi jenazah tidak memungkinkan untuk disimpan terlalu lama sebelum dipulangkan ke luar negeri.
“Jenazah sudah dikremasi di Bali. Nantinya abu jenazah akan dibawa oleh pihak keluarga ke Spanyol,” ujar Budi, Selasa malam (6/1/2026). Ia selama ini mendampingi keluarga korban selama berada di Labuan Bajo.
Budi menjelaskan, keputusan kremasi diambil setelah mempertimbangkan kondisi jenazah serta proses administrasi pemulangan ke negara asal. Dengan cara tersebut, keluarga dapat segera membawa abu jenazah kembali ke Spanyol untuk prosesi selanjutnya.
Sebelumnya, jenazah Fernando Martin Carreras ditemukan mengapung di perairan Pulau Rinca, kawasan Taman Nasional Komodo, pada Minggu (4/1/2026). Lokasi penemuan tidak jauh dari titik tenggelamnya kapal yang sebelumnya ditumpangi korban. Jenazah sempat dievakuasi dan dititipkan di RSUD Komodo Labuan Bajo sebelum diterbangkan ke Bali.
Sementara itu, jenazah putri Fernando ditemukan lebih dulu pada 29 Desember 2025 di perairan Pulau Serai. Jenazahnya kemudian dibawa ke Bali pada 31 Desember untuk penanganan lebih lanjut. (dek)
Proses Kremasi Pelatih Valencia dan Putrinya Dikremasi di Bali (Foto Ilustrasi) 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!