Serang - Arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak, Banten, mengalami peningkatan signifikan sejak 24 hingga 25 Maret 2026. Puncak gelombang pertama arus balik ditandai dengan lonjakan jumlah penumpang dan kendaraan dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung.
Berdasarkan data operasional terbaru, sebanyak 91.657 penumpang tercatat menyeberang ke Pulau Jawa dalam kurun waktu 24 jam hingga Rabu (25/3/2026) pagi. Sementara itu, jumlah kendaraan yang ikut menyeberang mencapai 27.157 unit, didominasi sepeda motor dan mobil pribadi.
Kepadatan mulai terlihat sejak hari kedua Lebaran, dengan antrean kendaraan terus mengalir menuju area pelabuhan. Selain itu, ribuan pemudik pejalan kaki juga memadati terminal penumpang.
Salah satu pemudik, Maya, mengaku merasakan lonjakan arus balik tahun ini, namun pelayanan dinilai lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
“Saya mau pulang ke Pandeglang dari Lampung. Alhamdulillah, pelayanan dari ASDP lebih baik. Walaupun padat, arus mudik dan balik tetap lancar,” ujarnya.
Kepadatan tertinggi umumnya terjadi pada malam hari. Banyak pemudik, khususnya pengguna sepeda motor, memilih perjalanan malam untuk menghindari cuaca panas di siang hari.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengoperasikan 34 kapal secara nonstop dengan total 127 perjalanan (trip).
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses penyeberangan sekaligus mengurai antrean kendaraan.
Selain itu, ASDP juga menerapkan kebijakan tarif tunggal (single tariff) sejak 23 hingga 29 Maret 2026.
Kebijakan ini menyamakan tarif reguler untuk semua layanan, termasuk dermaga eksekutif, guna memperlancar distribusi kendaraan selama periode arus balik.(ref)
Lonjakan arus balik Lebaran 2026 mulai mencapai puncaknya di Pelabuhan Merak, Banten. Dalam 24 jam terakhir, lebih dari 91 ribu penumpang (Foto ilustrasi) 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!