Lamongan - Aktivitas perdagangan di Pasar Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, terhenti akibat banjir yang merendam area pasar pada Minggu (8/3/2026).
Banjir terjadi setelah Sungai Bengawan Jero meluap akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
Luapan air sungai masuk ke kawasan pasar dan menggenangi puluhan kios pedagang dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter. Kondisi tersebut membuat sebagian besar lapak tidak dapat digunakan sehingga aktivitas jual beli terpaksa dihentikan sementara.
Sejumlah pedagang mengaku tidak bisa membuka kios karena air masih menggenangi area pasar. Situasi ini juga membuat warga enggan datang berbelanja.
“Biasanya pasar ramai menjelang Hari Raya. Tapi sekarang banjir, jadi sepi. Terpaksa tutup sementara karena tidak bisa jualan dan warga juga enggan ke pasar,” ujar Wanto, salah satu pedagang di Pasar Sungelebak.
Banjir Bengawan jero Rendam Pasar Sungelebak Lamongan, Aktivitas Jual Beli Lumpuh serta permukiman warga di wilayah Kecamatan Karanggeneng.
Wilayah ini dikenal sebagai kawasan dataran rendah atau bonorowo yang kerap terdampak banjir ketika debit air sungai meningkat, terutama saat musim hujan.
Warga berharap air segera surut agar aktivitas ekonomi di pasar desa dapat kembali berjalan normal, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan. (alr)
Banjir Bengawan jero Rendam Pasar Sungelebak Lamongan, Aktivitas Jual Beli Lumpuh.(Foto ilustrasi) 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!