Surabaya - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem masih berpotensi melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur hingga 10 Maret 2026. Kondisi tersebut dipicu oleh kemunculan tiga bibit siklon tropis di wilayah selatan perairan Jawa.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I BMKG Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa tiga bibit siklon tersebut berada di koordinat sekitar 90 LS, 93 LS, dan 92 LS. Fenomena ini memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di wilayah Jawa Timur.
“Penyebabnya ada tiga bibit siklon tropis di wilayah selatan perairan Jawa. Ketiganya saling berkolaborasi sehingga Jawa Timur merasakan dampaknya meskipun tidak berada tepat di pusat siklon,” ujar Taufiq
Akibat kondisi tersebut, beberapa daerah di Jawa Timur berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang.
Taufiq menyebutkan, kecepatan angin saat kondisi cuaca ekstrem bisa mencapai sekitar 20 knot atau setara dengan 52 kilometer per jam. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan kecepatan angin normal yang biasanya berkisar antara 10 hingga 15 knot.
Dampak cuaca ekstrem juga sempat dirasakan di Kota Surabaya pada Jumat (6/3) sore. Angin kencang menyebabkan sejumlah kejadian seperti pohon tumbang di Jalan Ahmad Yani arah Sidoarjo, papan reklame roboh di Jalan Frontage Ahmad Yani, tiang listrik tumbang di Jalan Raya Taman Sidoarjo, hingga bangunan bekas toko di kawasan Kebraon Indah Permai Surabaya roboh dan menimpa korban.
Data BMKG mencatat kecepatan angin di Surabaya saat itu mencapai sekitar 52 kilometer per jam atau 20 knot, yang menjadi salah satu yang tertinggi di wilayah Jawa Timur.
“Hampir sebagian besar wilayah Jawa Timur mengalami peningkatan kecepatan angin. Yang tertinggi dari pengamatan kami terjadi di Surabaya, mencapai sekitar 52 kilometer per jam,” kata Taufiq.
Meski demikian, BMKG memperkirakan kondisi cuaca di Jawa Timur setelah 10 Maret masih berada dalam musim hujan, namun sudah melewati puncak musim penghujan.
Artinya, curah hujan masih berpotensi terjadi hingga akhir Maret meskipun intensitasnya diperkirakan tidak setinggi sebelumnya. (alr)
BMKG memperkirakan kondisi cuaca di Jawa Timur setelah 10 Maret.(Foto ilustrasi) 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!