Kereta Api Blambangan Ekspres Tabrak Truk Gandeng di Probolinggo, Masinis Patah KakiKereta Api Blambangan Ekspres yang menabrak truk gandeng di perlintasan Desa Jorongan, Leces, Probolinggo, Jumat dini hari. Benturan keras membuat bagian depan lokomotif rusak parah dan dua awak kereta mengalami luka.(Foto ilustrasi)

Kereta Api Blambangan Ekspres Tabrak Truk Gandeng di Probolinggo, Masinis Patah Kaki

Probolinggo - Kecelakaan antara Kereta Api Blambangan Ekspres relasi Pasarsenen–Ketapang dengan sebuah truk gandeng terjadi di perlintasan sebidang Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jumat (6/3/2026) dini hari. Akibat insiden tersebut, masinis mengalami patah kaki dan asisten masinis mengalami luka pada jari tangan.

Peristiwa kecelakaan itu terjadi di perlintasan sebidang JPL 13 saat kereta api yang melaju dari arah Jakarta menuju Banyuwangi bertabrakan dengan truk gandeng yang melintas di jalur perlintasan.

Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Safiq Jundhira menjelaskan, kejadian bermula saat Kereta Api Blambangan Ekspres melaju dari arah utara menuju selatan.

Saat tiba di lokasi kejadian, pada waktu bersamaan sebuah truk gandeng melintas dari arah timur menuju barat di perlintasan tersebut.

“Kereta api Blambangan Ekspres jurusan Jakarta–Banyuwangi berjalan dari utara ke selatan. Sesampainya di lokasi kejadian, bersamaan melintas truk gandeng dari timur ke barat sehingga terjadi tabrakan,” ujar Safiq, Jumat (6/3/2026).

Benturan tersebut membuat bagian depan lokomotif kereta mengalami kerusakan cukup parah.

Meski demikian, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Manajer Hukum PT KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan, dua awak kereta mengalami luka akibat kecelakaan itu.

Masinis dilaporkan mengalami patah kaki, sedangkan asisten masinis mengalami cedera pada jari tangan. Keduanya langsung dilarikan ke RSUD Probolinggo untuk mendapatkan perawatan medis.

“Masinis mengalami patah kaki dan asisten masinis mengalami cedera pada jari tangan. Saat ini keduanya masih menjalani perawatan di RSUD Probolinggo,” kata Cahyo.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan, termasuk bagaimana truk gandeng tersebut bisa melintas ketika kereta api akan melewati perlintasan yang dijaga tersebut. (alr)