Surabaya - Aktivitas mudik Lebaran 2026 di wilayah Daop 8 Surabaya mulai menunjukkan lonjakan signifikan. Ribuan penumpang tampak memadati sejumlah stasiun besar, seperti Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, hingga Stasiun Malang, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.
Mengantisipasi puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya memperketat pengawasan di berbagai titik, terutama jalur rel yang berpotensi terdampak bencana alam.
Sebanyak 668 personel keamanan disiagakan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang. Personel tersebut terdiri dari unsur internal KAI, TNI, serta Polri, yang ditempatkan di area stasiun hingga di atas rangkaian kereta.
Selain itu, KAI juga mengerahkan 11 petugas penjaga daerah rawan bencana yang bertugas memantau kondisi jalur rel selama 24 jam penuh. Upaya pengamanan diperkuat dengan penempatan 107 petugas tambahan di perlintasan sebidang, yang dijaga bersama dinas perhubungan dan masyarakat.
Manager Humas Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan terdapat enam titik rawan yang menjadi perhatian khusus selama periode mudik tahun ini.
“Ada enam titik rawan yang kami fokuskan pengawasannya, baik di jalur selatan maupun utara, seperti lintas Malang–Wlingi, Tanggulangin–Porong, hingga Pasarturi–Bojonegoro,” ujar Mahendro.
Langkah ini dilakukan menyusul prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi di wilayah Jawa Timur hingga akhir Maret 2026, termasuk saat arus balik Lebaran.
Untuk mengakomodasi lonjakan penumpang, KAI Daop 8 Surabaya juga menambah sembilan perjalanan kereta api menuju sejumlah kota tujuan favorit, seperti Jakarta dan Bandung.
Mahendro menegaskan, berbagai langkah ini dilakukan demi memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dan nyaman selama masa mudik.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar perjalanan mudik Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pelanggan,” tegasnya.
Dengan peningkatan pengamanan, pemantauan jalur, serta penambahan perjalanan kereta, KAI Daop 8 Surabaya optimistis dapat mengantisipasi lonjakan penumpang sekaligus meminimalkan potensi gangguan selama periode angkutan Lebaran tahun ini.(alr)
KAI Daop 8 Surabaya memperketat pengamanan dan pengawasan jalur untuk memastikan perjalanan tetap aman dan lancar. (Foto ilustrasi) 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!