ASDP Operasikan 35 Kapal Nonstop di Lintasan Ketapang–Gilimanuk Jelang Nyepi dan Mudik Lebaran 2026Total kendaraan yang menyeberang dari Bali menuju Jawa pada periode tersebut mencapai 17.832 unit, meningkat 19,1 persen dibanding tahun lalu.(Foto Ilustrasi)

ASDP Operasikan 35 Kapal Nonstop di Lintasan Ketapang–Gilimanuk Jelang Nyepi dan Mudik Lebaran 2026

Banyuwangi - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat layanan penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk dengan mengoperasikan 35 kapal feri selama 24 jam nonstop. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dan penumpang menjelang Hari Raya Nyepi serta arus mudik Lebaran 2026.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengatakan peningkatan mobilitas masyarakat dari Bali menuju Jawa mulai terlihat beberapa hari terakhir. Kondisi ini terjadi karena banyak masyarakat dan kendaraan logistik yang ingin menyeberang sebelum penutupan operasional penyeberangan saat Nyepi pada 18–20 Maret 2026.

Menurutnya, ASDP memahami adanya kepadatan di kawasan pelabuhan dan menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa atas ketidaknyamanan yang terjadi.

“Peningkatan kendaraan terjadi karena tingginya mobilitas masyarakat serta kendaraan logistik yang ingin menyeberang sebelum penutupan layanan penyeberangan saat Nyepi,” ujarnya.

Tambahan Kapal untuk Urai Antrean

Untuk mempercepat layanan, ASDP menambah tujuh kapal dari pola operasi normal yang sebelumnya hanya 28 kapal. Dengan tambahan tersebut, kini total 35 kapal feri beroperasi bergantian selama 24 jam di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Dengan armada yang bergerak nonstop, kapasitas angkut penumpang dan kendaraan meningkat sehingga proses penyeberangan dapat berlangsung lebih cepat.

“Dengan kapal yang beroperasi tanpa henti, antrean kendaraan di pelabuhan diharapkan dapat terurai secara bertahap,” jelas Windy.

Selain menambah armada, ASDP juga menerapkan pola operasional TBB (Tiba–Bongkar–Berangkat) pada enam kapal. Dalam sistem ini, kapal yang tiba di pelabuhan hanya melakukan proses bongkar muatan kemudian langsung kembali berlayar tanpa memuat kendaraan di pelabuhan tersebut.

Didukung 17 Dermaga Aktif

Operasional penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk didukung 17 dermaga aktif, yaitu 9 dermaga di Pelabuhan Ketapang dan 8 dermaga di Pelabuhan Gilimanuk.

Dermaga khusus LCM difokuskan untuk melayani kendaraan logistik agar arus kendaraan besar tidak bercampur dengan kendaraan penumpang.

Sejak 15 Maret 2026 pukul 00.00 WIB, Dermaga 3 Pelabuhan Ketapang juga diberlakukan pola penuh TBB. Kapal yang datang hanya melakukan proses bongkar tanpa memuat kendaraan baru sehingga rotasi kapal dapat berlangsung lebih cepat.

ASDP juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti KSOP, Kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah untuk memastikan pengaturan operasional pelabuhan berjalan lancar.

Penumpang dan Kendaraan Meningkat

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menyebut peningkatan pergerakan penumpang mulai terlihat sejak H-7 Lebaran 2026.

Data Posko Gilimanuk mencatat selama 24 jam pada 14 Maret 2026, terdapat 234 trip kapal yang melayani penyeberangan dari Bali menuju Jawa dengan total 54.652 penumpang.

Jumlah ini meningkat 8,1 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 50.545 penumpang.

Sementara itu:

Sepeda motor: 10.733 unit (naik 37,5 persen)

Mobil: 4.610 unit (naik 0,7 persen)

Truk logistik: 1.986 unit (naik 2,3 persen)

Bus: 503 unit (turun 22,9 persen)

Total kendaraan yang menyeberang dari Bali menuju Jawa pada periode tersebut mencapai 17.832 unit, meningkat 19,1 persen dibanding tahun lalu.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-7, tercatat 152.224 penumpang dan 48.877 kendaraan menyeberang dari Bali ke Jawa.

Arus Jawa ke Bali Juga Naik

Sementara dari arah sebaliknya, data Posko Ketapang mencatat 258 trip kapal melayani penyeberangan dari Jawa menuju Bali.

Jumlah penumpang tercatat 34.276 orang, meningkat 34,6 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 25.467 penumpang.

Rincian kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali:

Motor: 542 unit (naik 3,6 persen)

Mobil: 2.160 unit (naik 23,5 persen)

Truk: 2.047 unit (naik 32,1 persen)

Bus: 994 unit (naik 41,2 persen)

Total kendaraan yang menyeberang mencapai 5.743 unit, meningkat 26,9 persen dibanding tahun lalu.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-7, terdapat 100.581 penumpang dan 21.153 kendaraan yang menyeberang dari Jawa menuju Bali.

ASDP Imbau Masyarakat Pantau Informasi Pelabuhan

ASDP memastikan layanan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk tetap berjalan optimal selama periode Angkutan Lebaran 2026.(alr)