Antrean Kendaraan di Pelabuhan Ketapang Mengular Puluhan Kilometer, ASDP Terapkan AlternatifData ASDP menunjukkan tekanan arus mudik tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.(Foto ilustrasi)

Antrean Kendaraan di Pelabuhan Ketapang Mengular Puluhan Kilometer, ASDP Terapkan Alternatif

Banyuwangi - Lonjakan tajam arus pemudik dari Bali menuju Jawa membuat antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mengular hingga puluhan kilometer. Untuk mengurai kepadatan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang memberlakukan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB) secara masif di lintasan penyeberangan Gilimanuk–Ketapang.

Langkah darurat ini dilakukan guna mempercepat perputaran kapal dan mengurangi panjang antrean kendaraan yang terus bertambah menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, mengatakan hingga Minggu (15/3/2026) pihaknya telah mengerahkan 11 armada kapal khusus dari total 35 kapal yang beroperasi untuk menjalankan skema tersebut.

Dalam pola TBB, kapal yang tiba di Pelabuhan Ketapang hanya menurunkan penumpang dan kendaraan tanpa memuat kendaraan baru dari Ketapang. Setelah proses bongkar selesai, kapal langsung kembali berlayar menuju Gilimanuk untuk menjemput kendaraan yang masih mengantre panjang.

“Kami prioritaskan kecepatan perputaran kapal. Begitu tiba di Ketapang, kapal langsung bongkar muatan dan segera kembali ke Gilimanuk untuk menjemput antrean kendaraan yang semakin panjang,” kata Arief.

Data ASDP menunjukkan tekanan arus mudik tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Sejak H-10 Lebaran, tercatat lebih dari 200.000 penumpang telah menyeberang dari Bali menuju Jawa.

Lonjakan paling signifikan terjadi pada kendaraan roda dua yang mengalami kenaikan sekitar 32 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, jumlah kendaraan kecil tercatat meningkat sekitar 11 persen.

Arief menambahkan bahwa antrean kendaraan di kawasan Gilimanuk saat ini didominasi oleh sepeda motor. Bahkan sejak Minggu dini hari, ekor antrean kendaraan roda dua dilaporkan telah mencapai puluhan kilometer.

Kondisi kepadatan ini diperkirakan akan terus meningkat hingga 17 Maret 2026, yang diprediksi menjadi puncak arus mudik di lintasan Gilimanuk–Ketapang.

Lonjakan tersebut dipicu oleh rencana penutupan total operasional penyeberangan pada 17–20 Maret 2026 dalam rangka menghormati perayaan Hari Raya Nyepi di Bali.

“Arus kendaraan dari Gilimanuk masih sangat deras. Tekanan kendaraan diprediksi terus meningkat hingga tanggal 17 Maret, tepat sebelum pelabuhan ditutup sementara,” jelasnya.

Selain menambah jumlah kapal yang menjalankan skema TBB dari 6 kapal menjadi 11 kapal, ASDP juga mengoperasikan kapal khusus yang difokuskan untuk mengangkut kendaraan roda dua.

Langkah ini diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan, khususnya sepeda motor yang mendominasi antrean di area kantong parkir Pelabuhan Gilimanuk.

Dengan berbagai strategi tersebut, ASDP berharap arus kendaraan pemudik dapat terurai lebih cepat dan perjalanan penyeberangan Bali–Jawa tetap berjalan lancar menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. (alr)