Jelang Nyepi dan Puncak Mudik Lebaran 2026, Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Mulai Padat Tercatat sebanyak 2.517 unit truk menyeberang dari Ketapang menuju Gilimanuk. (Foto ilustrasi)

Jelang Nyepi dan Puncak Mudik Lebaran 2026, Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Mulai Padat

Banyuwangi - Arus kendaraan di penyeberangan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali mulai mengalami peningkatan menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026.

Peningkatan jumlah kendaraan ini terjadi beberapa hari sebelum puncak arus mudik yang diperkirakan berlangsung pada 15 hingga 17 Maret 2026.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, mengatakan kenaikan arus kendaraan juga dipicu oleh rencana penutupan sementara penyeberangan saat Hari Raya Nyepi pada 18 Maret 2026. Layanan penyeberangan baru akan kembali beroperasi pada 20 Maret 2026.

“Terjadi peningkatan sekitar 15 persen dibandingkan hari biasa,” ujar Arief.

Ia menjelaskan, peningkatan arus kendaraan terjadi dari dua arah, baik dari Bali menuju Jawa maupun dari Jawa menuju Bali.

Namun, arus kendaraan dari Jawa ke Bali saat ini masih didominasi kendaraan logistik atau truk besar. Data ASDP menunjukkan pada Kamis tercatat sebanyak 2.517 unit truk menyeberang dari Ketapang menuju Gilimanuk.

Jumlah tersebut terdiri dari 1.407 kendaraan golongan VB, 708 kendaraan golongan VII, 376 kendaraan golongan VIB, 23 kendaraan golongan VIII, dan 3 kendaraan golongan IX.

Menurut Arief, dominasi kendaraan logistik kemungkinan dipengaruhi adanya pembatasan operasional kendaraan tertentu yang diterapkan pemerintah pada periode mudik.

Sementara itu, kendaraan dari Bali menuju Jawa tercatat mencapai 10.232 unit pada Kamis. Angka tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sekitar 8.875 unit kendaraan.

Kendaraan yang menyeberang dari Bali menuju Jawa mayoritas merupakan pemudik yang menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi.

Data menunjukkan jumlah sepeda motor mencapai 4.933 unit atau naik sekitar 31 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sedangkan mobil pribadi meningkat 14 persen dari 2.315 unit menjadi 2.638 unit.

Kondisi ini menunjukkan arus mudik Lebaran 2026 melalui penyeberangan Selat Bali mulai bergerak naik dan diperkirakan terus meningkat hingga mendekati puncak arus mudik dalam beberapa hari ke depan. (alr)