ASDP Siapkan 55 Kapal Feri di Ketapang untuk Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026ASDP memastikan kesiapan armada kapal, dermaga, serta fasilitas pendukung lainnya guna menjaga kelancaran arus mudik Lebaran 2026

ASDP Siapkan 55 Kapal Feri di Ketapang untuk Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026

Banyuwangi - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, menyiapkan sebanyak 55 unit kapal feri guna menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko Kurnianjah, mengatakan pengoperasian kapal akan disesuaikan dengan kondisi kepadatan di pelabuhan.

“Jika kondisi normal, sebanyak 28 kapal dioperasikan. Namun saat arus kendaraan meningkat, jumlah kapal yang beroperasi akan ditambah menjadi 32 unit untuk memperkuat kapasitas layanan dan menjaga kelancaran arus mudik,” ujarnya, Kamis (12/3).

Lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk saat ini didukung oleh 17 dermaga jenis MB dan LCM. Rinciannya, delapan dermaga berada di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dan sembilan dermaga lainnya berada di Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Selain menyiapkan armada kapal, ASDP Ketapang juga menyiapkan sejumlah zona penyangga atau buffer zone untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan saat arus mudik Lebaran.

Untuk kendaraan dari arah utara Situbondo menuju Banyuwangi, zona penyangga disiapkan di kawasan Grand Watu Dodol dan Terminal Sri Tanjung. Sedangkan dari arah selatan Banyuwangi menuju Situbondo, kendaraan akan diarahkan ke lahan parkir ASDP di Desa Bulusan.

Arief menyebutkan hingga H-9 Lebaran 2026, arus mudik di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk mulai mengalami peningkatan sekitar 14 persen dibanding hari-hari sebelumnya.

Meski demikian, kondisi pelabuhan masih relatif lengang dan kendaraan yang menyeberang masih didominasi oleh truk logistik.

ASDP memastikan kesiapan armada kapal, dermaga, serta fasilitas pendukung lainnya guna menjaga kelancaran arus mudik Lebaran 2026 di jalur penyeberangan utama yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali tersebut. (alr)