Longsor Gunungan Sampah di TPST Bantargebang, 7 Orang Meninggal Dunia dan 6 SelamatTim SAR gabungan melakukan proses pencarian korban longsor sampah di TPST Bantargebang, Bekasi, hingga akhirnya seluruh korban berhasil ditemukan. (Foto ilustrasi)

Longsor Gunungan Sampah di TPST Bantargebang, 7 Orang Meninggal Dunia dan 6 Selamat

Bekasi - Proses pencarian korban longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, akhirnya dinyatakan selesai pada Senin (9/3) malam. Dari total 13 orang yang terdampak, tujuh orang ditemukan meninggal dunia dan enam lainnya berhasil selamat.

Tim SAR gabungan menemukan satu korban terakhir pada pukul 23.26 WIB di area longsoran sampah. Jenazah korban langsung dievakuasi dari lokasi dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto menjelaskan, tim SAR dari Batalyon D Pelopor bersama tim gabungan terus melakukan pencarian hingga seluruh korban ditemukan.

“Berdasarkan pendataan sementara di lokasi kejadian, total terdapat 13 orang yang menjadi korban dalam peristiwa longsor sampah tersebut. Dari jumlah tersebut, enam orang ditemukan dalam kondisi selamat, sementara tujuh lainnya meninggal dunia,” ujar Henik, Selasa (10/3/2026).

Adapun korban meninggal dunia diketahui berinisial EW (25) yang merupakan pemilik warung di sekitar lokasi, S (60) juga pemilik warung, DS sopir truk asal Karawang, IS yang juga bekerja sebagai sopir truk, serta JS (38), H, dan R.

Henik menambahkan, personel Brimob masih bersiaga di lokasi bersama tim SAR gabungan untuk memastikan seluruh proses penanganan di area longsor berjalan aman dan tuntas.

Peristiwa longsor sampah tersebut terjadi pada Minggu (8/3) sekitar pukul 14.00 WIB. Gunungan sampah di TPST Bantargebang tiba-tiba runtuh dan menimpa warung serta beberapa truk sampah yang berada di sekitar lokasi.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo mengatakan, kejadian itu pertama kali diketahui setelah warga mendengar teriakan mengenai adanya longsor.

“Saksi mendengar teriakan warga mengenai adanya longsor, kemudian melihat gunungan sampah tiba-tiba runtuh menutup jalan serta menimpa warung dan beberapa truk sampah,” kata Kusumo.

Informasi kejadian tersebut dengan cepat menyebar melalui jaringan komunikasi keamanan TPST Bantargebang sehingga petugas kepolisian dan tim SAR segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Petugas dari berbagai unsur kemudian dikerahkan untuk melakukan pencarian korban menggunakan alat berat berupa ekskavator hingga seluruh korban berhasil ditemukan. (ref)