550 Titik Jalan Nasional di Jawa Timur Masih Berlubang, BBPJN Targetkan Tuntas 10 MaretPetugas memperbaiki jalan nasional berlubang di wilayah Jawa Timur dengan penambalan aspal untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas menjelang mudik Lebaran 2026.(Foto ilustrasi)

550 Titik Jalan Nasional di Jawa Timur Masih Berlubang, BBPJN Targetkan Tuntas 10 Maret

Surabaya - Sebanyak 550 titik jalan nasional di Jawa Timur masih berlubang dan ditargetkan selesai diperbaiki hari ini, 10 Maret 2026. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali memastikan seluruh perbaikan rampung sebelum arus mudik Lebaran 2026 dimulai.

Kepala BBPJN Jatim-Bali Javid Hurriyanto mengatakan saat ini jumlah lubang di jalan nasional yang tersisa tinggal 550 titik dari total 17.787 lubang yang sebelumnya ditemukan.

“Dari total 17.787 lubang, sebanyak 17.237 lubang sudah ditutup, sehingga saat ini tinggal sekitar 550 titik yang masih dalam proses perbaikan,” ujar Javid saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (9/3/2026).

Secara keseluruhan, panjang jalan nasional di Jawa Timur mencapai 2.261 kilometer dengan tingkat kemantapan jalan mencapai 93,27 persen.

BBPJN Jatim memastikan seluruh jalan nasional dan jalan tol yang berlubang akan tertutup pada 10 Maret 2026 atau sekitar H-10 Lebaran. Dengan demikian kondisi jalan diharapkan sudah siap melayani lonjakan kendaraan saat mudik.

Selain melakukan perbaikan jalan, BBPJN Jatim juga menyiapkan 27 posko mudik di sepanjang jalan nasional Jawa Timur. Posko ini disediakan agar masyarakat dapat beristirahat dengan aman selama perjalanan mudik.

Untuk mengantisipasi potensi bencana saat musim mudik, BBPJN juga menyiapkan peralatan Disaster Relief Unit (DRU) di setiap posko.

Dari hasil pemetaan BBPJN Jatim, terdapat 68 titik rawan banjir dan 23 titik rawan longsor di jalur jalan nasional di Jawa Timur.

Tidak hanya itu, BBPJN juga memetakan 79 titik rawan kemacetan yang umumnya berada di kawasan pasar tumpah, akses wisata, serta perlintasan kereta api.

Sementara itu, terdapat 61 titik rawan kecelakaan yang menjadi perhatian khusus selama arus mudik Lebaran tahun ini.

Dengan berbagai langkah tersebut, BBPJN berharap kondisi jalan nasional di Jawa Timur lebih aman dan nyaman dilalui masyarakat selama perjalanan mudik Lebaran 2026. (alr)