Surabaya - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional mulai mengalami kenaikan. Di Pasar Wonokromo Surabaya, harga cabai rawit tercatat masih tinggi yakni mencapai Rp90 ribu per kilogram.
Harga tersebut bahkan melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp57 ribu per kilogram. Untuk memastikan kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok, petugas dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah 4 Surabaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tersebut.
Dalam sidak itu, petugas berkeliling mengecek para pedagang sembako satu per satu guna memastikan stok bahan pokok tetap aman menjelang Lebaran serta memantau kemungkinan adanya lonjakan harga yang tidak wajar.
Salah satu pedagang di Pasar Wonokromo, Nasipah, mengaku harga cabai rawit yang tinggi berdampak langsung pada penjualan. Menurutnya, banyak pembeli yang kini mengurangi jumlah pembelian karena harga yang mahal.
“Sekarang cabai rawit mahal, jadi pembeli biasanya beli sedikit saja. Penjualan juga jadi berkurang,” kata Nasipah, pedagang Pasar Wonokromo.
Meski harga cabai rawit tinggi, pedagang memastikan stok cabai di pasar masih tersedia dan tidak mengalami kelangkaan menjelang Lebaran tahun ini.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah 4 KPPU Surabaya, Dyah Paramita, menjelaskan kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi oleh faktor cuaca serta meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Kenaikan harga cabai rawit ini dipengaruhi faktor cuaca yang berdampak pada produksi serta meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran,” ujar Dyah Paramita.
KPPU memastikan akan terus memantau pergerakan harga bahan pokok di pasar tradisional agar tetap stabil serta memastikan stok pangan tetap aman hingga Lebaran.(alr)
Meski harga cabai rawit tinggi, pedagang memastikan stok cabai di pasar masih tersedia dan tidak mengalami kelangkaan menjelang Lebaran tahun ini. 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!