Surabaya - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memprediksi lonjakan kendaraan yang cukup tinggi di Gerbang Tol (GT) Warugunung saat puncak arus mudik Lebaran 2026. Jumlah kendaraan yang melintas diperkirakan meningkat hingga 82 persen dibandingkan kondisi normal.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT Ria Marlinda Paallo mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan terkait proyeksi puncak arus mudik dan arus balik di wilayah Jawa Timur.
“Secara nasional puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada 18 Maret 2026. Namun untuk wilayah daerah, khususnya di GT Warugunung, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Sabtu, 21 Maret 2026,” kata Ria kepada awak media, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, pada puncak arus mudik nanti diperkirakan ada tambahan sekitar 36.675 kendaraan yang melintas dibandingkan kondisi lalu lintas normal.
Menurutnya, peningkatan jumlah kendaraan tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran tahun ini.
Selain di Gerbang Tol Warugunung, lonjakan arus kendaraan juga diprediksi terjadi di Gerbang Tol Kejapanan Utama pada Minggu, 22 Maret 2026.
“Lonjakan ini dipicu tingginya volume lalu lintas silaturahmi. Biasanya masyarakat mulai melakukan perjalanan antar kota setelah hari raya untuk mengunjungi keluarga,” jelasnya.
Sementara itu, untuk periode arus balik Lebaran, kepadatan kendaraan diprediksi terjadi secara bersamaan di GT Warugunung dan GT Kejapanan Utama pada Selasa, 24 Maret 2026.
Jumlah kendaraan yang melintas saat arus balik diperkirakan meningkat hingga lebih dari 120 persen dibandingkan hari normal.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Jasa Marga memastikan seluruh pekerjaan konstruksi di jalan tol dihentikan mulai 11 Maret 2026.
“Namun kami tetap menyiagakan tim khusus untuk penanggulangan lubang dan genangan selama 24 jam guna menjamin kenyamanan serta keamanan pengguna jalan, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu,” tambah Ria.
Selain itu, Jasa Marga juga menyiapkan 14 tim antisipasi genangan dan longsor serta 12 unit pompa air untuk mempercepat penanganan gangguan di lapangan.
Ratusan personel siaga juga disebar di berbagai ruas tol, mulai dari Tol Ngawi–Kertosono hingga Surabaya–Gempol, untuk memberikan bantuan cepat bagi pemudik yang mengalami kendala selama perjalanan.(alr)
Secara nasional puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada 18 Maret 2026. 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!