Sopir Truk Trailer Rem Blong Berpotensi Jadi Tersangka, Polisi Gunakan Teknologi TAABerdasarkan hasil sementara, kecelakaan diduga dipicu oleh kegagalan sistem pengereman truk trailer yang melaju di jalan menurun dengan kemiringan sekitar 1,5 hingga 2 derajat.

Sopir Truk Trailer Rem Blong Berpotensi Jadi Tersangka, Polisi Gunakan Teknologi TAA

Probolinggo ,- Kecelakaan maut yang melibatkan truk trailer rem blong di jalur selatan Kabupaten Probolinggo terus didalami aparat kepolisian. Insiden tragis yang menewaskan empat orang sekeluarga ini kini memasuki tahap olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur.

Dalam proses penyelidikan, polisi mengindikasikan sopir truk trailer berinisial Cecep Adi Sucipto berpotensi ditetapkan sebagai tersangka. Hal ini disampaikan langsung oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim, AKBP Septa Firmansyah.

“Dugaan sementara, sopir akan menjadi tersangka karena kecelakaan berawal dari trailer tersebut,” ujar Septa, Senin (20/4/2026).

Untuk mengungkap kronologi kecelakaan secara detail, tim penyidik menggunakan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA) serta pemindaian 3D. Metode ini memungkinkan rekonstruksi peristiwa sebelum, saat, hingga setelah kecelakaan, termasuk menghitung kecepatan kendaraan saat benturan terjadi.

Sedikitnya delapan titik lokasi diperiksa secara menyeluruh. Selama proses olah TKP berlangsung, jalur di sekitar lokasi kejadian disterilkan guna memastikan hasil pemetaan maksimal dan akurat.

Berdasarkan hasil sementara, kecelakaan diduga dipicu oleh kegagalan sistem pengereman truk trailer yang melaju di jalan menurun dengan kemiringan sekitar 1,5 hingga 2 derajat. Kondisi ini menyebabkan kendaraan tidak terkendali hingga menabrak lima kendaraan lain yang tengah berhenti di perlintasan kereta api.

Selain itu, polisi juga akan mengevaluasi faktor pendukung lain, termasuk keberadaan pembatas jalan (barrier beton) serta rambu lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui apakah titik tersebut tergolong rawan kecelakaan atau merupakan insiden pertama dengan dampak fatal.

Sebelumnya diberitakan, truk trailer rem blong tersebut menghantam sejumlah kendaraan yang sedang berhenti karena palang pintu perlintasan kereta api telah tertutup. Akibat kejadian ini, empat orang meninggal dunia dan beberapa kendaraan mengalami kerusakan parah.
Penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan sekaligus menentukan status hukum sopir truk trailer tersebut. (alr)