Lonjakan Pemudik Laut! Hampir 80 Ribu Penumpang Tiba di Tanjung Perak Lebaran 2026Tercatat sebanyak 79.934 penumpang kapal tiba di Pelabuhan Tanjung Perak hingga H-3 Idulfitri 1447 Hijriah. (Foto ilustrasi)

Lonjakan Pemudik Laut! Hampir 80 Ribu Penumpang Tiba di Tanjung Perak Lebaran 2026

Surabaya - Arus mudik Lebaran 2026 melalui jalur laut di Surabaya mengalami lonjakan signifikan. Tercatat sebanyak 79.934 penumpang kapal tiba di Pelabuhan Tanjung Perak hingga H-3 Idulfitri 1447 Hijriah.

Data dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) menunjukkan jumlah penumpang yang datang jauh lebih tinggi dibandingkan yang berangkat, yakni hanya sekitar 25.630 orang dalam periode yang sama sejak 7 hingga 18 Maret 2026.

Kondisi di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara tampak padat, dengan ribuan pemudik turun dari kapal dan langsung menuju pintu keluar pelabuhan.

General Manager Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa, Ana Adiliya, memastikan pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk menghadapi lonjakan ini.

“Dari sisi fasilitas bangunan, ruang tunggu sudah siap, termasuk juga dengan pendukung seperti troli sudah kami persiapkan dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, Pelindo juga menyiapkan sejumlah titik buffer untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di area pelabuhan.

“Titik buffer ada tiga, yaitu di Prapat Kurung, Kalimas, dan Kalimas Baru,” tambahnya.

Pada musim mudik Lebaran tahun ini, jumlah penumpang melalui Pelabuhan Tanjung Perak diperkirakan meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 tercatat sekitar 273 ribu penumpang, maka tahun 2026 diprediksi mencapai 287 ribu penumpang.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, sebanyak 39 armada kapal telah disiapkan. Armada tersebut terdiri dari 11 kapal penumpang, 27 kapal RORO, serta satu kapal perintis yang melayani berbagai rute tujuan.

Pelindo juga telah mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Lebaran di kawasan pelabuhan guna memastikan pelayanan berjalan optimal hingga masa arus balik nanti.

Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa jalur laut masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk mudik, terutama menuju wilayah Indonesia Timur. (alr)