Puncak Mudik H-2 Lebaran 2026, Terminal Purabaya Dipadati 44 Ribu Penumpang hingga MalamTotal keberangkatan tercatat 26.275 penumpang. Rinciannya 305 bus AKAP dengan 8.335 penumpang dan 567 bus AKDP dengan 17.940 penumpang (Foto ilustrasi)

Puncak Mudik H-2 Lebaran 2026, Terminal Purabaya Dipadati 44 Ribu Penumpang hingga Malam

Sidoarjo - Arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Purabaya, Sidoarjo, mencapai puncaknya pada H-2 Lebaran, Rabu (18/3/2026) malam. Meski sempat diguyur hujan, aktivitas pemudik tetap padat dengan total pergerakan penumpang menembus lebih dari 44 ribu orang.

Terhitung sejak siang hingga malam hari, kawasan terminal terlihat dipenuhi calon penumpang, khususnya di area keberangkatan. Bus AKAP dan AKDP terus datang dan berangkat setiap beberapa menit, mayoritas dalam kondisi penuh.

Humas Terminal Tipe A Purabaya, Ilham Brilian, mengungkapkan jumlah penumpang yang berangkat mencapai puluhan ribu orang.

“Total keberangkatan tercatat 26.275 penumpang. Rinciannya 305 bus AKAP dengan 8.335 penumpang dan 567 bus AKDP dengan 17.940 penumpang,” ujar Ilham, Rabu (18/3/2026).

Sementara itu, jumlah penumpang yang datang juga cukup tinggi. Tercatat sebanyak 17.734 orang tiba di terminal pada hari yang sama.

“Untuk kedatangan, AKAP sebanyak 349 bus dengan 4.077 penumpang, sedangkan AKDP 572 bus dengan 13.657 penumpang,” tambahnya.

Jika digabungkan, total pergerakan penumpang di Terminal Purabaya pada H-2 Lebaran mencapai 44.009 orang, menjadikannya salah satu titik tersibuk arus mudik di Jawa Timur.

Salah satu pemudik, Yudha (26), mengaku memilih berangkat pada malam hari karena baru mendapatkan waktu libur kerja.

“Saya baru bisa mudik sekarang malam ini karena masih kerja sampai hari ini,” katanya.

Ia menambahkan, meski kondisi terminal sangat ramai, arus penumpang tetap berjalan tertib dan lancar.

“Memang ramai, apalagi habis hujan tadi, tapi masih cukup tertib dan bisa dapat tempat duduk,” ungkapnya.

Adapun sejumlah tujuan favorit pemudik dari Terminal Purabaya meliputi Blitar, Malang, Ponorogo, Tulungagung, Trenggalek, hingga Bojonegoro untuk rute AKDP. Sementara rute AKAP didominasi tujuan Solo, Yogyakarta, Semarang, dan Jakarta. (alr)