Operasi Dvi Polda Jatim Resmi Ditutup, Identifikasi Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny TuntasOperasi Dvi Polda Jatim Resmi Ditutup, Identifikasi Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny Tuntas

Operasi Dvi Polda Jatim Resmi Ditutup, Identifikasi Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny Tuntas

SurabayaTim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur secara resmi menutup operasi identifikasi korban tragedi robohnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Rabu (15/10) malam.

Penutupan dilakukan setelah seluruh jenazah berhasil teridentifikasi, termasuk lima kantong jenazah terakhir yang sebelumnya belum terungkap identitasnya.

Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol Khusnan Marzuki, menjelaskan bahwa lima jenazah terakhir berhasil diidentifikasi melalui kombinasi metode pencocokan DNA, catatan medis, dan properti pribadi yang ditemukan di lokasi kejadian.

Berikut lima nama korban yang berhasil teridentifikasi terakhir:

Sholihan (17), warga Dusun Konyek, Alas Rajah, Blega, Bangkalan.

Raihan Rafa Aldiyansyah (14), warga Dusun Langgar, Banyoneng Laok, Geger, Bangkalan.

Fairuz Shirojuddin (16), warga Jl. Singajaya, Singopadu, Tulangan, Sidoarjo.

Moch. Defa Sharifuddin (17), warga Dusun Kaligede, Ngadipiro, Wilangan, Nganjuk.

Zaky (12), warga Planggaran Timur, Lepelle, Robatal, Sampang.

Seluruh korban sudah berhasil kami identifikasi. Lima jenazah terakhir ini kami pastikan melalui kombinasi data medis, properti, serta hasil uji DNA. Dengan demikian, operasi DVI secara resmi kami tutup.”

Dengan teridentifikasinya lima jenazah terakhir tersebut, Tim DVI Polda Jatim berhasil mengungkap identitas total 63 korban dari 67 kantong jenazah yang diterima di Posko DVI Rumah Sakit Bhayangkara.

Penutupan operasi ini menjadi tanda berakhirnya proses identifikasi korban tragedi yang mengguncang Ponpes Al Khoziny beberapa pekan lalu. Seluruh hasil identifikasi kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman dan tindak lanjut dari pihak pondok pesantren serta pemerintah daerah.(bank)