Pasien Meninggal Saat Kebakaran RSUD Dr Soetomo Surabaya, Keluarga Ungkap Detik-Detik EvakuasiMenurut Yuli, suaminya dievakuasi dalam kondisi sangat lemah setelah berhasil dibawa turun dari lantai 6.

Pasien Meninggal Saat Kebakaran RSUD Dr Soetomo Surabaya, Keluarga Ungkap Detik-Detik Evakuasi

Surabaya,- Tragedi kebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD Dr Soetomo menyisakan duka mendalam bagi keluarga pasien. Seorang pasien berinisial S (46), warga Cepu, Blora, Jawa Tengah, meninggal dunia usai dievakuasi dari lantai 6 gedung yang terbakar pada Jumat pagi (15/5/2026).

Istri korban, Yuli, menceritakan momen mencekam saat api mulai muncul sekitar pukul 06.33 WIB. Dalam kondisi listrik padam dan lift tidak berfungsi, dirinya terpaksa turun melalui tangga darurat untuk menyelamatkan diri dari gedung bertingkat tersebut.

“Saya cari sana-sini ternyata masih tinggal di atas dua orang. Yang pertama sudah turun, bapaknya yang terakhir,” ujar Yuli saat ditemui di RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Menurut Yuli, suaminya dievakuasi dalam kondisi sangat lemah setelah berhasil dibawa turun dari lantai 6. Kondisi jantung korban disebut menurun drastis sesaat setelah proses evakuasi berlangsung.

“Pas posisi turun, bapak jantungnya sudah lemah, langsung enggak ada,” katanya dengan suara lirih.

Kebakaran diketahui terjadi di ruang farmasi lantai 5 Gedung PPJT. Petugas gabungan dari BPBD dan pemadam kebakaran langsung melakukan penanganan agar api tidak merembet ke ruangan lain.

Kabid Darlog BPBD Surabaya, Linda Novanti, menjelaskan sebanyak 37 pasien berhasil dievakuasi dari seluruh lantai gedung. Para pasien kemudian dipindahkan ke ruang perawatan lain, termasuk IGD dan ruang resusitasi.

“Yang terbakar ruangan farmasi Gedung PPJT di lantai 5 dan api tidak menjalar ke ruangan lainnya,” kata Linda.

Sementara itu, pihak RSUD Dr Soetomo menegaskan bahwa pasien meninggal bukan akibat paparan asap kebakaran, melainkan karena kondisi penyakit yang sudah kritis. Direktur RSUD Dr Soetomo, Prof Cita Rosita Sigit Prakoeswa, menyebut korban sebelumnya sudah mendapat bantuan alat penunjang untuk paru-paru, jantung, dan ginjal.

“Bukan karena asap, karena semuanya sudah tersupport oleh mesin,” ujar Prof Cita.

Peristiwa kebakaran RSUD Dr Soetomo Surabaya ini kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian guna memastikan penyebab utama munculnya api di area rumah sakit terbesar di Jawa Timur tersebut.(alr)