Demak,- Banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur jalan utama. Peristiwa yang terjadi di Desa Sidoharjo, Kecamatan Guntur ini memutus akses vital penghubung antarwilayah, termasuk jalur alternatif menuju Kabupaten Grobogan.
Kepala Desa Sidoharjo, Sudowiryo, menjelaskan bahwa jalan tersebut memiliki peran penting sebagai jalur penghubung antardesa hingga antar kabupaten
“Ini jalan akses utama dari Desa Sidoharjo dan Trimulyo menuju kota, bahkan jadi jalur alternatif ke Grobogan,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ia menambahkan, kerusakan jalan dipicu derasnya aliran air setelah tanggul jebol.
“Yang rusak ini kurang lebih di sekitar 50 sampai 60 meter,” katanya.
Meski demikian, Sudowiryo memastikan bahwa banjir tidak sampai merendam permukiman warga secara signifikan. Air hanya menggenangi area persawahan, sementara kondisi pemukiman relatif aman.
“Untuk pemukiman Alhamdulillah aman, khususnya Desa Sidoharjo,” ungkapnya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak melaporkan tanggul Sungai Tuntang jebol di tiga titik berbeda. Dua titik berada di Desa Trimulyo, sementara satu titik lainnya berada di Desa Sidoharjo.
Kepala BPBD Demak, Agus Sukiyono, menyebutkan bahwa masing-masing titik memiliki tingkat kerusakan berbeda.
“Tanggul jebol di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo sepanjang 30 meter, dan di Desa Sidoharjo sekitar 15 meter,”jelasnya dalam keterangan tertulis.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar akses transportasi kembali normal dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak semakin terganggu. (ord)
Jalan amblas diterjang arus Sungai Tuntang, akses vital warga Demak terputus.(Foto ilustrasi) 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!