Lumajang- Aktivitas Gunung Semeru kembali meningkat pada Rabu (8/4/2026). Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami empat kali erupsi hingga siang hari, dengan tinggi kolom abu vulkanik mencapai 1.000 meter di atas puncak.
Berdasarkan laporan resmi petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru dari PVMBG melalui platform MAGMA ESDM, erupsi pertama terjadi pukul 05.30 WIB.
“Terjadi erupsi G. Semeru pada pukul 05:30 WIB dengan tinggi kolom letusan ±700 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat,” ujar petugas, Sigit Rian Alfian dalam laporan resminya.
Tak lama berselang, erupsi kedua terjadi pukul 07.04 WIB dan menjadi yang paling tinggi.
“Kolom abu teramati mencapai ±1.000 meter di atas puncak, berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya,” lanjutnya.
Aktivitas vulkanik terus berlanjut. Erupsi ketiga tercatat pukul 11.04 WIB, disusul erupsi keempat pada pukul 11.21 WIB. Meski visual letusan tidak teramati jelas, aktivitas tetap terekam di seismograf.
Sebelumnya, aktivitas awan panas sempat dilaporkan menurun sehari sebelum erupsi beruntun ini. Namun kondisi kembali meningkat signifikan sejak pagi hari.
Status Siaga, Warga Dilarang Dekat Kawah
Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). Petugas mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat di sekitar lereng gunung.
Warga dilarang beraktivitas di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Selain itu, masyarakat juga diminta menjauhi radius 500 meter dari tepi sungai karena berpotensi dilanda awan panas dan lahar hingga 17 kilometer.
Tak hanya itu, aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah juga dilarang karena rawan lontaran material pijar.
“Potensi bahaya berupa awan panas, guguran lava, dan lahar masih mengancam di sejumlah aliran sungai berhulu dari puncak Semeru,” tegas Sigit.
Sejumlah wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Belum Ada Dampak ke Permukiman
Meski aktivitas meningkat, hingga saat ini belum ada laporan dampak langsung ke permukiman warga. Namun masyarakat diminta tetap siaga dan terus memantau informasi resmi dari PVMBG dan BPBD setempat.
Peningkatan aktivitas ini menjadi pengingat bahwa Gunung Semeru masih aktif dan berpotensi mengalami erupsi lanjutan sewaktu-waktu.(alr)
Gunung Semeru Erupsi 4 Kali Hari Ini, Letusan Capai 1.000 Meter, Warga Diminta Waspada 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!