Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi: 22 Korban, 2 Meninggal Dunia dan Belasan Masih Dirawat SeriusKebakaran hebat yang melanda SPBE di Cimuning, Kota Bekasi, menimbulkan korban jiwa dan puluhan luka bakar serius. Total 22 orang terdampak.(Foto ilustrasi)

Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi: 22 Korban, 2 Meninggal Dunia dan Belasan Masih Dirawat Serius

Jakarta,- Peristiwa kebakaran di SPBE milik PT Indogas Andalan Kita yang berlokasi di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, menyisakan duka mendalam. Insiden yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) malam ini mengakibatkan puluhan korban dengan luka bakar serius.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sri Wijayanti Anggraini, mengungkapkan bahwa total korban mencapai 22 orang. Dari jumlah tersebut, dua orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 11 korban masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“11 orang masih menjalani perawatan, 2 orang meninggal dunia dan 9 korban lainnya ada yang sudah kembali,” ujar Satia saat dikonfirmasi, Selasa (7/4/2026).

Sementara itu, Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, menjelaskan bahwa sebagian besar korban mengalami luka bakar cukup parah, bahkan di atas 50 persen.

“Ada yang masih di rumah sakit dalam perawatan. Rata-rata yang lukanya di atas 50 persen. Kemudian ada yang sudah berobat jalan,” jelasnya.

Tak hanya korban jiwa, dampak kebakaran juga meluas ke permukiman warga. Tercatat sebanyak 39 kepala keluarga (KK) terdampak, terdiri dari 35 KK warga Kota Bekasi dan 4 KK dari luar daerah.

Pemerintah setempat kini tengah menyiapkan skema ganti rugi bagi para korban. Pembahasan akan dilakukan bersama pihak perusahaan dalam waktu dekat.

“Proses ganti rugi segera dibicarakan. Hari Kamis nanti kami akan rapat dengan mengundang pihak owner PT gas tersebut,” tambah Maka.

Hingga kini, para warga terdampak masih mengungsi ke rumah kerabat dan tetangga karena kondisi rumah mereka yang rusak dan tidak layak huni. Selain itu, sejumlah fasilitas umum dan usaha kecil turut mengalami kerusakan, termasuk kios, lapak usaha, hingga tempat ibadah.

Peristiwa ini kembali menjadi sorotan terkait aspek keselamatan dan pengawasan operasional fasilitas energi di kawasan padat penduduk. (ref)