PROBOLINGGO — Duka mendalam masih menyelimuti rumah almarhumah Faradilah Amalia Najwa (21) di Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Warga terus berdatangan untuk bertakziah ke kediaman keluarga korban.
Faradilah diketahui merupakan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), putri dari pasangan Ramelan (60) dan Siti (52). Korban ditemukan meninggal dunia secara tragis di Sungai Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa pagi.
Kesedihan keluarga semakin bertambah setelah terungkap bahwa pelaku pembunuhan diduga adalah Bripka AS, yang merupakan menantu korban sendiri, sekaligus suami dari kakak kandung Faradilah. Bripka AS diketahui bertugas sebagai anggota Polri di Polsek Krucil, Polres Probolinggo.
Ayah korban Ramelan mengaku sangat terpukul dan tidak pernah menyangka orang yang telah dianggap sebagai keluarga justru menjadi pelaku pembunuhan terhadap anak bungsunya.
Motif pembunuhan diduga kuat terkait keinginan pelaku untuk menguasai harta milik mertuanya. Selain itu, keluarga juga menduga adanya hubungan asmara cinta segitiga yang melatarbelakangi aksi kejahatan tersebut. "ungkap nya
Ayah korban menyebutkan, dari rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, terlihat dugaan pelaku membuang jasad korban ke sungai menggunakan mobil Mitsubishi Triton warna merah. Mobil tersebut diketahui merupakan kendaraan yang dibelikan oleh pihak mertua untuk pelaku." Tutupnya
Atas kejadian ini, keluarga korban meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan dan profesional. Keluarga juga berharap pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku.
Saat ini, kasus pembunuhan tersebut masih dalam proses penanganan pihak kepolisian untuk pendalaman motif dan proses hukum lebih lanjut.(alr)
Ilustrasi Motif Pelaku Ialah Harta dan Cinta Segitiga 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!