Sidoarjo - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur menggelar rukyatul hilal untuk menentukan awal 1 Syawal 1447 Hijriah pada Kamis (19/3) petang, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.
Pemantauan hilal dilakukan sejak matahari terbenam hingga beberapa saat setelahnya di 28 titik yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses penentuan Hari Raya Idulfitri melalui Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama RI di tingkat pusat.
Sejumlah daerah yang menjadi lokasi rukyat antara lain Pacitan, Banyuwangi, Probolinggo, Tuban, Gresik, Jember, Sumenep, hingga Sidoarjo dan Bojonegoro. Lokasi dipilih secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi ufuk barat yang terbuka serta minim polusi cahaya, seperti kawasan pantai, perbukitan, pelabuhan, hingga pondok pesantren.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kementerian Agama, hakim Pengadilan Agama, organisasi masyarakat Islam, BMKG, akademisi, hingga para ahli falak. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan hasil rukyat akurat, objektif, dan sesuai syariat.
Mengacu pada kriteria imkanur rukyat MABIMS, hilal dinyatakan terlihat jika memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat saat matahari terbenam.
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menegaskan bahwa rukyatul hilal merupakan bagian dari layanan negara bagi umat Islam dalam menentukan awal Syawal.
“Rukyatul hilal ini adalah upaya ilmiah sekaligus syar’i dalam menentukan awal Syawal. Kami memastikan pelaksanaannya berjalan profesional dengan melibatkan para ahli serta mengacu pada kriteria yang telah disepakati,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa kondisi cuaca masih menjadi tantangan dalam proses pengamatan hilal.
“Kendati demikian, kami tetap optimistis pelaksanaan berjalan lancar, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasilnya akan segera dilaporkan sebagai bagian dari bahan Sidang Isbat di tingkat pusat,” tambahnya.
Bahtiar turut melakukan pemantauan langsung di salah satu titik rukyat, yakni Pelabuhan Branta, Kabupaten Pamekasan.
Melalui pelaksanaan rukyatul hilal ini, diharapkan penetapan 1 Syawal 1447 H dapat memberikan kepastian bagi umat Islam untuk merayakan Idulfitri secara serentak, penuh khidmat, dan kebersamaan. (alr)
Rukyatul hilal ini adalah upaya ilmiah sekaligus syar’i dalam menentukan awal Syawal. 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!