Rumah Meledak Saat Rakit Mercon di Purworejo, Polisi Telusuri Sumber Bahan PeledakLedakan terjadi saat proses pengisian bahan ke dalam selongsong mercon.(Foto ilustrasi)

Rumah Meledak Saat Rakit Mercon di Purworejo, Polisi Telusuri Sumber Bahan Peledak

Purworejo - Ledakan hebat mengguncang sebuah rumah warga di Desa Tasikmadu, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Jumat (20/3/2026) sore. Insiden tersebut terjadi saat aktivitas perakitan mercon berlangsung dan menyebabkan lima orang mengalami luka-luka.

Kasatreskrim Polres Purworejo, AKP Dwiyono, menjelaskan bahwa ledakan dipicu saat salah satu korban mengisi bahan peledak ke dalam selongsong mercon. Situasi itu diperparah karena ada beberapa orang lain yang berada di lokasi.

“Ledakan terjadi saat proses pengisian bahan ke dalam selongsong mercon. Di lokasi ada lima orang, satu merakit dan empat lainnya menonton, sehingga semuanya ikut menjadi korban,” ungkap Dwiyono.

Para korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Dari total korban, tiga orang hanya mengalami luka ringan dan sudah diperbolehkan pulang, sedangkan dua lainnya masih menjalani perawatan intensif.

“Dari lima korban, tiga orang sudah diperbolehkan pulang. Dua lainnya masih dirawat,” jelasnya.

Polisi kini memfokuskan penyelidikan pada asal-usul bahan peledak yang digunakan. Dugaan sementara, bahan tersebut berasal dari jaringan peredaran ilegal yang masih aktif.

Dwiyono menegaskan, sebelumnya pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah bahan peledak dalam operasi penyakit masyarakat (pekat). Namun, kejadian ini menunjukkan peredaran bahan berbahaya tersebut belum sepenuhnya terhenti.

“Kami sebelumnya sudah menyita sekitar 7,5 kilogram bahan peledak. Tapi kejadian ini menjadi indikasi masih adanya peredaran. Ini akan kami telusuri sampai tuntas,” tegasnya.

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), tim Inafis menemukan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan aktivitas perakitan mercon. Seluruh temuan tersebut kini sedang dianalisis untuk mendukung proses penyelidikan.
Sementara itu, keluarga korban menyebut kondisi sebagian korban tidak terlalu parah. Agus, salah satu kerabat korban, mengatakan bahwa mayoritas hanya mengalami luka ringan.

“Tiga orang sudah pulang, lukanya ringan. Ada yang masih dirawat karena keputusan keluarga,” ujarnya.

Polisi kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak memproduksi atau menggunakan bahan peledak ilegal karena berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.(ord)