Banjir Mojokerto Meluas  2026, 536 Rumah Terendam Akibat Tanggul Sungai Sadar JebolPenyebab utama banjir ini disebut berasal dari dua faktor. Selain tanggul Sungai Sadar yang jebol sepanjang sekitar 30 meter (Foto ilustrasi)

Banjir Mojokerto Meluas 2026, 536 Rumah Terendam Akibat Tanggul Sungai Sadar Jebol

Mojokerto - Bencana banjir Mojokerto kembali menjadi sorotan pada momen Lebaran 2026. Luapan air akibat jebolnya tanggul Sungai Sadar menyebabkan empat desa terendam, dengan total 536 rumah warga terdampak.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, menjelaskan bahwa banjir paling parah terjadi di Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar. Di Dusun Kuripan, sebanyak 56 rumah dengan 105 jiwa terdampak, sementara di Dusun Balongcangkring mencapai 90 rumah dan 170 jiwa.

Ketinggian air di jalan kampung mencapai 60–80 cm, sedangkan air yang masuk ke rumah warga berkisar 20–30 cm. Selain permukiman, puluhan hektare lahan pertanian juga ikut terendam, memperparah kerugian warga.

Banjir juga meluas ke Desa Tinggar Buntut, Kecamatan Bangsal. Di wilayah ini, dampaknya lebih besar dengan total 330 rumah terdampak di dua dusun, yakni Buntut dan Tinggar. Ratusan warga, termasuk lansia dan balita, ikut terdampak dalam bencana ini.

Tak hanya itu, genangan air juga terjadi di Desa Kedung Gempol dan Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari. Meski ketinggian air relatif lebih rendah, puluhan rumah dan belasan hektare sawah tetap terdampak.

“Tren air saat ini mulai berangsur surut,” ujar Rinaldi.

Penyebab utama banjir ini disebut berasal dari dua faktor. Selain tanggul Sungai Sadar yang jebol sepanjang sekitar 30 meter, aliran air juga terhambat oleh tumpukan sampah di pintu air dam yang sempit.

Pemerintah daerah bersama BPBD, Dinas PUPR, dan masyarakat kini bergerak cepat melakukan pembersihan sampah secara manual karena lokasi sulit dijangkau alat berat. Perbaikan tanggul akan dilakukan setelah kondisi air benar-benar surut.

Meski air mulai turun, warga masih dihadapkan pada dampak pascabanjir, terutama kerusakan rumah dan lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan mereka.(alr)