Banjir Lahar Merapi Telan Tiga Korban Jiwa, Dua Jenazah Ditemukan di Sungai Senowo MagelangTim SAR gabungan menyisir aliran Sungai Senowo di Magelang untuk mencari korban banjir lahar hujan Gunung Merapi yang terseret arus deras.(Foto ilustrasi)

Banjir Lahar Merapi Telan Tiga Korban Jiwa, Dua Jenazah Ditemukan di Sungai Senowo Magelang

Magelang - Tim gabungan akhirnya menemukan dua korban yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat banjir lahar hujan di aliran Sungai Senowo yang berhulu dari Gunung Merapi, Rabu (4/3/2026).

Koordinator Unit Siaga SAR Borobudur, Arif Yulianto, mengatakan kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dinyatakan hilang.

“Kami sudah menemukan dua dari empat korban yang sebelumnya dilaporkan hilang,” kata Arif.

Dua korban yang ditemukan tersebut adalah Fuad Hasan, warga Desa Ngargosoko, Kecamatan Srumbung, dan Heru, warga Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Dengan ditemukannya dua korban tersebut, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir lahar hujan yang terjadi pada Selasa (3/3/2026) kini menjadi tiga orang.

Satu korban lainnya yang lebih dulu ditemukan adalah Iman Setiawan (21), warga Kota Semarang.

Pencarian Dua Korban Masih Berlanjut

Tim SAR masih melanjutkan proses pencarian terhadap dua korban lainnya yang hingga saat ini masih dinyatakan hilang.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, hingga relawan kebencanaan. Pencarian difokuskan di beberapa titik sepanjang aliran sungai, termasuk di area bendungan atau dam.

“Kami membagi tim di beberapa titik pencarian, termasuk di sekitar dam,” ujar Arif.

Selain menelan korban jiwa, banjir lahar dingin juga berdampak pada sejumlah kendaraan di lokasi. Berdasarkan data SAR, tiga truk terseret arus sungai, sementara 12 truk lainnya terjebak.

Selain itu, dua alat berat penambangan material galian C juga dilaporkan masih tertimbun pasir.

Hujan Deras Picu Banjir Lahar dan Longsor

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Bambang Hermanto menjelaskan, banjir lahar hujan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB setelah hujan deras mengguyur kawasan puncak Gunung Merapi.

Menurutnya, aliran Sungai Senowo saat itu membawa material vulkanik dari hulu Merapi yang kemudian bercampur dengan aliran sungai lainnya.

“Sungai Senowo bergabung dengan aliran sungai-sungai yang lain sehingga memicu banjir lahar,” jelas Bambang.

Selain menimbulkan korban meninggal dunia, peristiwa tersebut juga menyebabkan enam orang mengalami luka-luka.

Hujan deras di wilayah Kabupaten Magelang juga memicu tanah longsor di Dusun Bandung, Desa Paten, Kecamatan Dukun. Longsor tersebut merusak jalan penghubung antara Desa Paten dan Desa Sewukan.

Warga Diminta Waspada

BPBD Kabupaten Magelang mengingatkan masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah hulu Gunung Merapi, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Bambang meminta warga memperhatikan sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) dan segera menjauh dari bantaran sungai ketika hujan deras turun.

“Kami sudah mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah yang berhulu di Merapi,” katanya.

Ia berharap masyarakat lebih berhati-hati karena potensi banjir lahar masih bisa terjadi selama hujan deras mengguyur kawasan Gunung Merapi.(bal)