Konflik Timur Tengah Picu Pembatalan Keberangkatan Jemaah Umrah dari Jawa TimurPenerbangan Transit Ditutup, Jemaah Umrah Jatim Banyak Gagal Berangkat (Foto ilustrasi)

Konflik Timur Tengah Picu Pembatalan Keberangkatan Jemaah Umrah dari Jawa Timur

Surabaya - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel mulai berdampak pada perjalanan ibadah umrah. Sejumlah penerbangan jemaah umrah asal Jawa Timur dilaporkan batal berangkat sejak Sabtu (28/2/2026).

Ketua DPD Asosiasi Perjalanan Haji dan Umrah Indonesia (Amphuri) Jawa Timur, Mohammad Sufyan Arief, mengatakan pembatalan terjadi pada penerbangan yang menggunakan rute transit di beberapa negara Timur Tengah dan sekitarnya.

Menurutnya, pembatalan berlaku untuk keberangkatan yang melewati sejumlah bandara transit hingga Senin (2/3/2026) pukul 23.59 WIB.

Adapun rute penerbangan yang terdampak meliputi Amman (AMM), Kuwait (KWI), Dubai (DXB), Abu Dhabi (AUH), Doha (DOH), Bahrain (BAH), Moscow (SVO), hingga Peshawar (PEW).

“Mulai keberangkatan sejak Sabtu kemarin. Semua penerbangan yang transit melalui rute-rute tersebut dibatalkan,” ujar Arief saat dikonfirmasi, Minggu (1/3/2026).

Meski begitu, ia memastikan tidak semua perjalanan umrah mengalami gangguan. Hingga Minggu pagi, penerbangan langsung menuju Arab Saudi masih tetap beroperasi normal.

“Untuk direct flight Alhamdulillah masih terbang, seperti Garuda Indonesia, Saudia, dan Lion Air,” jelasnya.

Terkait jumlah jemaah yang terdampak pembatalan, Arief mengaku belum dapat memberikan angka pasti. Data resmi, kata dia, berada di Kementerian Agama melalui sistem Siskopatuh yang memantau perjalanan jemaah umrah.

Ia menambahkan, pembatalan umumnya terjadi pada penerbangan yang menggunakan maskapai internasional seperti Emirates, Etihad Airways, dan Qatar Airways.

Selain jemaah yang berangkat melalui penyelenggara resmi, terdapat pula jemaah mandiri yang jumlahnya belum dapat dipastikan karena tidak tercatat dalam sistem perjalanan umrah resmi.

Situasi ini masih terus dipantau oleh pihak terkait seiring perkembangan kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada operasional penerbangan internasional. (alr)