Surabaya – Proyek pembangunan elektrifikasi dan jalur ganda atau double track Surabaya Regional Railway Line (SRRL) yang menghubungkan Stasiun Gubeng hingga Sidoarjo kini resmi memasuki tahap perancangan teknis. Megaproyek transportasi publik tersebut ditargetkan mulai memasuki pembangunan fisik pada tahun 2027.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan proses penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk Fase 1A rute Gubeng–Sidoarjo saat ini sudah berjalan. Ia menegaskan, dimulainya tahap desain menjadi bukti bahwa proyek tersebut telah masuk tahap nyata, bukan sekadar rencana.
“Pembangunan sistem kereta api itu prosesnya panjang dan kompleks. Bahkan desain teknisnya saja membutuhkan biaya besar, dan sekarang tahap itu sudah berjalan,” ujar Emil
Menurut Emil, pengerjaan desain rinci diperkirakan berlangsung sekitar satu setengah tahun. Tahapan ini mencakup penyusunan rancangan teknis secara detail hingga persiapan proses lelang proyek konstruksi.
Desain yang disusun meliputi berbagai aspek teknis penting, mulai dari sistem elektrifikasi kereta hingga perhitungan jalur ganda, termasuk desain lengkungan rel dan teknologi peredam getaran saat dua kereta melintas secara bersamaan.
Ia menjelaskan, salah satu tantangan utama dalam proyek SRRL adalah memastikan pembangunan berjalan tanpa mengganggu operasional kereta api reguler yang saat ini melayani jalur Surabaya–Sidoarjo.
Emil mengungkapkan nilai kontrak penyusunan desain mencapai sekitar 7 juta Euro dan sudah mulai dikerjakan. Sementara itu, anggaran pembangunan fisik proyek telah disiapkan sebesar 230 juta Euro atau sekitar Rp4,5 triliun.
“Konsultan perancangnya sudah menandatangani kontrak dan pendanaan untuk pembangunan fisik juga sudah tersedia,” jelasnya.
Proyek SRRL sendiri didanai melalui skema pinjaman lunak dari KfW Development Bank Jerman. Konsultan asal Jepang, Chodai, dipercaya sebagai perancang desain dengan menggandeng perusahaan lokal PT Dardela Yasa Guna sebagai mitra.
Emil menambahkan, proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta dukungan pembiayaan dari pemerintah Jerman.
Menurutnya, pembangunan SRRL diharapkan mampu meningkatkan kapasitas transportasi publik di kawasan Surabaya Raya sekaligus memperkuat konektivitas regional di masa mendatang.(alr)
Desain yang disusun meliputi berbagai aspek teknis penting, mulai dari sistem elektrifikasi kereta hingga perhitungan jalur ganda.(Foto ilustrasi) 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!