Pacitan – Jalur penghubung Kabupaten Pacitan dan Ponorogo untuk sementara waktu tidak dapat dilalui kendaraan setelah tertutup material longsor pada Jumat pagi (27/2).
Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 08.00 WIB di Desa Kemuning, Kecamatan Tegalombo. Tanah dan batu dari tebing di sisi jalan ambrol hingga menutup seluruh badan jalan, menyebabkan arus lalu lintas antarwilayah lumpuh total.
Akibat kejadian tersebut, kendaraan dari kedua arah tidak bisa melintas karena material longsor menimbun ruas jalan provinsi.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Budi Harisantoso, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari lokasi kejadian.
“Dua tim reaksi cepat langsung kami turunkan untuk melakukan penanganan di lapangan,” ujarnya.
Petugas juga mengerahkan dua unit alat berat jenis wheel loader untuk mempercepat proses pembersihan material tanah dan bebatuan yang menutup jalan.
Berdasarkan data sementara, longsor tidak hanya terjadi di satu lokasi. Sedikitnya terdapat 11 titik longsor di sepanjang jalur Pacitan–Ponorogo yang dipicu hujan deras selama dua hari terakhir.
Pihak terkait mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di kawasan rawan longsor. Pengendara juga disarankan menggunakan jalur alternatif hingga proses pembersihan selesai dan jalan dinyatakan aman.
Hingga saat ini, petugas masih terus melakukan penanganan guna membuka kembali akses utama penghubung kedua wilayah tersebut. (alr)
Material longsor menutup jalur Pacitan–Ponorogo, petugas kerahkan alat berat untuk membuka kembali akses yang lumpuh total.( Foto ilustrasi) 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!